Garuda Indonesia secara resmi telah menjadi perusahaan penerbangan bintang empat (Four Star Airline) setelah penyerahan sertifikat bintang empat oleh CEO Skytrax Mr. Edward M Plaisted kepada Direktur Utama PT.Garuda Indonesia (Persero) Bapak Emirsyah Stara di Hotel Borobudur, Jakarta 27 Januari 2010.
Peristiwa penting itu disampaikan oleh GM PT. Garuda Indonesia Branch Office Medan, Bapak Muchwendi Harahap dalam acara jumpa pers dengan wartawan di Restorant Nelayan SUN Plaza Medan pada hari Selasa tanggal 2-2-2010.
“Peningkatan peringkat layanan di Garuda Indonesia ini sesuai dengan hasil audit yang dilakukan oleh Skytrax sejak bulan Oktober 2009 pada beberapa rute penerbangan Garuda seperti, Singapore, Melbourne, Beijing, Denpasar, Perth, Sydney, dan sebagainya,” jelas Muchwendi.
Skytrax sendiri merupakan lembaga swasta pemeringkat maskapai penerbangan dunia yang memiliki kemampuan analisis dan studi riset peningkatan pelayanan terhadap keseluruhan industri penerbangan termasuk airport. Organisasi ini berkedudukan di London-Inggris dan telah berdiri sejak tahun 1989.
“Dengan keberhasilan meraih Four Star Airlines tersebut, Garuda Indonesia saat ini setara kedudukannya dengan 27 maskapai penerbangan terbesar di dunia. Di antaranya, Quantas, Lufthansa, British Airways, Thai Airways dan yang lainnya,” tambah Muchwendi.
Selain meraih penghargaan maskapai bintang empat, Garuda Indonesia di bulan yang sama, tepatnya pada tanggal 29 Januari 2010 lalu menerima penghargaan dari Publisher / CEO Alpha South Asia Mr Siddiq Bazarwala sebagai “Best Debt Restructuring Deal of The Year 2009 in South East Asia”.
Penghargaan ini diberikan karena kemampuan Garuda Indonesia menyelesaikan restrukturisasi hutangnya ang kompleks dan dengan kreditur yang cukup banyak pada saaat situasi ekonomi tidak menentu hingga walaupun sedang dalam proses negosiasi dengan para kreditur, Garuda Indonesia tetap dapat melaksanakan pengembangan dan peremajaan pesawat.
Layanan Immigration on Board
Sementara itu, dalam upaya peningkatan pelayanan kepada para pengguna jasa, khususnya layanan kemudahan pengurusan visa bagi para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, terhitung sejak 01 Februari 2010 Garuda Indonesia meluncurkan layanan “Immigration on Board” pada rute Tokyo-Denpasar-Jakarta.
Layanan Immigration on Board merupakan jenis layanan yang pertama kali di dunia yang dilakukan oleh sebuah maskapai penerbangan, hingga tas peluncuran layanan tersebut Garuda Indonesia mendapatkan penghargaan dari museum rekor dunia (World Record Museum) yang juga dihadiri langsung oleh Ketua Museum Rekor Indonesia (MURI), Jaya Suprana.
Percobaan peluncuran layanan tersebut telah dilaksanakan diatas pesawat Garuda Indonesia GA 881 jurusan Tokyo-Denpasar-Jakarta pada tanggal 21 Januari 2010 secara bersama-sama oleh Dirjen Imigrasi Bpk. Muhammad Indra , Dubes Indonesia untuk Jepang Bpk. Jusuf Anwar serta Dirut PT Garuda Indonesia (Persero), Bpk. Emirsyah Satar.
Layanan Immigration on Board memungkinkan para penumpang asing (warga jepang) melakukan pembayaran visa on arrival terlebih dahulu di counter chek-in Garuda Indonesia di Bandara Narita-Tokyo. Selanjutnya pemeriksaan passport dan pemberian visa on arrival langsung diproses dalam penerbangan oleh dua petugas imigrasi khusus yang ikut terbang bersama penumpang.
Pada tahun ini, layanan Immigration on Board tersebut juga akan berlaku pada rute-rute Jepang lainnya seperti Nagoya, Osaka dan sebagainya. Tidak tertutup kemungkinan layanan seperti ini juga akan menjadi prioritas unggulan Garuda Indonesia untuk diterapkan pada rute-rute di luar Jepang dalam waktu dekat.
*********************