Matahari pagi akhir pekan ini baru saja menampakkan diri. Dari kamarku terdengar kicauan Nectarinia yang sedang asyik mencari madu pada beberapa vegetasi berbunga di sekitar mess Flora-Fauna International (FFI) Desa Gapang. Tak sabar rasanya mengamati keriangan hewan-hewan kecil itu, dan aku pun segera membuka jendela kamar. Ternyata yang lebih dulu menyambar perhatianku justru sunrise yang dibarengi deretan warna-warni pelangi yang terpantul di embun.
Hari Sabtu ini adalah hari terakhir bagi kami untuk tinggal di Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam. Besok pagi, rombongan kami akan bergegas pulang ke Medan. Selepas mandi dan sarapan pagi, aku bermaksud mengunjungi pantai yang katanya terindah di pulau paling barat Indonesia ini. Letaknya tidak jauh dari kantor FFI. Berjalan dari hutan yang punya kanopi cukup lebat, aku segera menemui jalan masuk ke Pantai Gapang. Tulisan yang cukup besar dengan gerbang yang mencolok, serta patung ikan karang raksasa pun segera menyambut.
Masuk lebih ke dalam, beberapa bangunan berupa apartemen, aula, restoran dan mess yang asri juga menyelingi pemandangan. Di sini juga tersedia dive shop dan diving school milik “Lumba-Lumba Dive Center” dan “PADI Divemaster”. Akhirnya jalan pun mentok ke bibir pantai yang berpasir putih. Hampir genap satu minggu aku di pulau ini, namun baru hari inilah ada kesempatan untuk mengunjungi Pantai Gapang yang terletak di salah satu sisi teluk Sabang. Proyek penelitian untuk skripsi telah membuatku mengabaikan tempat-tempat yang keren di Pulau Weh.
Di bagian depan garis pantai lokasi wisata ini terdapat dermaga kecil yang didirikan pada tahun 1997. Dermaga ini merupakan tempat yang sangat ideal untuk memancing, selain sebagai fasilitas tambatan perahu atau turun naik orang.
Pantai Gapang relatif landai, dibentengi pepohonan peneduh, dan memiliki lokasi peristirahatan yang nyaman sambil bersantai memandang laut. Tetapi yang terpenting dari tempat ini adalah sekolah diving-nya yang sudah diakui sertifikasinya di seluruh dunia. Pantai Gapang yang landai dan berair tenang sangat mendukung untuk kegiatan belajar diving maupun snorkeling. Jika belum memiliki sertifikat diving, maka Anda hanya bisa menikmati bawah lautnya dengan snorkeling. Adapun alat yang harus Anda sewa adalah masker, snorkel, scuba fin (kaki katak ), dan wet suit (pakaian selam).
Sedangkan untuk diving, di sini disewakan alat-alat meliputi tangki oksigen atau tabung yang terbuat dari alumunium dan steel, regulator yang terdiri first stage (bagan untuk menyalurkan oksigen dari tabung), buoyancy control device atau BCD (alat semacam jaket yang mengikat tabung oksigen dan sebagai alat pengatur untuk mengapung, tenggelam atau melayang dalam air), weight belt (pemberat untuk menambah beban bagi tubuh supaya seimbang), dive computer (peralatan tambahan yang memungkinkan untuk memonitor dive profile), dan beberapa tambahan seperti underwater photography, videography, dan sebagainya.
Tetapi di balik semua itu, jelas Pantai Gapang tidak akan memiliki fasilitas yang akan memanjakan pecinta wisata bahari apabila tanpa pemandangan bawah laut yang mempesona. Saya sendiri bersama teman-teman yang lain hanya mampu ber-snorkeling untuk menikmatinya, karena tidak memiliki sertifikat menyelam. Namun untuk merasakan keindahan dunia bawah laut, snorkeling tidak kalah menarik.
Ada beberapa larangan yang harus dipatuhi bila Anda snorkeling di sini. Jangan menginjak terumbu karang, jangan mengambil sesuatu, dan tidak membuang sampah. “Take only picture, leave only bubles”. Apabila karang dipijak, terumbu dapat patah dan mati. Hanya
Berjarak sekitar 12 meter dari bibir pantai, terumbu karang mulai menyambut para penyelam. Ekosistem tanaman laut ini merupakan ekosistem terkaya yang merupakan “bank” dari keanekaragaman biologi yang paling besar di dunia. Dalam sebuah penelitian jangka panjang, sebuah lembaga ternyata telah mencatat 7.000 spesies ikan yang menjadi penghuni tetap terumbu karang. Sebesar 75% dari ikan karang tersebut merupakan ikan hias perairan tropis. Pada saat bersnorkel, seorang staf Wildlife Conservation Society (WCS) Sabang dengan senang hati melatih kami mengamati beberapa biota penghuni terumbu karang. Di sinilah saya mencoba untuk mengenal beberapa spesies ikan karang yang sering dijumpai secara berkoloni seperti ikan cina-cina (Labridae), ikan betok (Pamacentridae), ikan nona manis (Serranidae), ikan kepe-kepe (Chaetodontidae), ikan centidae (Pamacantidae), dan lain-lain.
Berikutnya adalah mengamati spesies yang bersifat benthos (melekat) pada tubuh maupun di sekitar substrat terumbu karang. Meski bersifat melekat, jenis hewan ini ada juga yang dapat berpindah, misalnya karena arus gelombang air laut. Ada yang namanya bintang laut atau starfish (Stelleroidea), teripang (Holothuridea), bulu seribu (Achantaster planckii), bulu babi (Echinothriks calamaris), kima (Tridacna sp) dan beberapa jenis anemone laut. Semakin jauh kita berenang, maka pemandangan bawah lautnya pun akan lebih indah dan menantang. Begitujuga halnya dengan kedalaman. Menurut informasi yang saya dapat dari seorang staf FFI, pada kedalaman 8 hingga 15 meter, akan dijumpai teras terumbu karang yang sangat indah. Di sinilah tempat bersarangnya berbagai biota laut yang unik sampai dengan biota yang menyeramkan. Dan setelah lewat dari kedalaman 15 meter, tutupan terumbu karang pun mulai berkurang karena semakin sulitnya intensitas cahaya dalam mencapai dasar perairan.
***
Tidak terasa, matahari mulai tenggelam di ufuk barat, pertanda hari telah sore. Pelatihan singkat yang kami lakukan secara sukarela, ternyata telah membuatku jatuh cinta dengan kehidupan bawah laut. Kepada seorang staf FFI, saya bertanya mengenai cara mendapatkan sertifikat diving yang murah meriah. Namun dia tertawa terbahak-bahak dan berkata, “Hati-hati kau, kayaknya kau sudah mulai terkena virus underwater”.
Mengingat harga kursus diving di sini cukup tinggi buatku, dia menyarankan agar sebaiknya mengikuti kursus diving di Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) saja, karena di situ memang biayanya lebih murah 25%.
Pantai Gapang adalah salah satu dari beberapa rentetan pantai karang terindah di Pulau Weh. Keindahan alamnya serta kelengkapan fasilitasnya tidak perlu disangsikan lagi. Jika dibandingkan dengan Pantai Iboih di pulau yang sama, Pantai Gapang memiliki wisata olahraga air yang lebih unggul. Untuk mencapai Pantai Gapang, Anda bisa melalui jalur darat dan laut. Lewat jalur laut—naik boat, Pantai Gapang berjarak 7 km dari Kota Sabang. Jika lewat darat, perjalanan dari Kota Sabang sekitar 20 km, yaitu dengan jalan beraspal dan cukup nyaman untuk dilalui.
Ah, Sabang masih terbayang!