Lega rasanya merampungkan sebuah misi pribadi dan tuntutan profesi sekaligus, yakni mengelilingi seluruh propinsi di Sumatera. Setelah mendarat di Radin Inten II Tanjungkarang, Bandar Lampung, pada tanggal 21 Januari 2010 lalu, berarti 10 propinsi telah kami jelajahi. Inside Sumatera memenuhi satu siklus liputannya setelah usia lima tahun. Betapa luasnya pulau kita ini, dan betapa beragam kebudayaannya.
Kami akan segera memasuki siklus kedua, tentu saja. Dengan network yang makin baik atas dasar kesamaan visi terhadap pulau tercinta ini, Inside Sumatera akan “naik kelas” dari industri kreatif sekelompok orang yang bermimpi, menjadi juru bicara pariwisata Sumatera ke dunia luar. Langkah-langkah kecil dan nyata yang kami lakukan selama ini tidak akan bisa dilepaskan dari peran besar sejumlah pihak yang menaruh kepercayaan kepada kami. Teman-teman di Garuda Indonesia Medan, para hotelier, tokoh-tokoh lokal yang visioner, dan sahabat-sahabat di pemerintahan daerah telah menyediakan pijakan bagi kami untuk berkembang menjadi majalah yang eksis berkat kompetisi, kritik dan support.
Adalah sebuah kehormatan berikutnya bagi kami, ketika pada tahun ini terdapat sebuah kesepahaman dengan 9 district manager Garuda Indonesia se-Sumatera untuk melakukan kerjasama branding pulau ini lewat Inside Sumatera. Dengan demikian, kehadiran kami di darat dan udara akan kian merata dan lebih mampu memberikan pelayanan informasi perihal pulau ini ke audiens yang lebih luas. Bersamaan dengan itu, tanggung jawab pun semakin besar, dan peningkatan mutu majalah akan menjadi harga mati.
Apakah Sumatera telah selesai? Kami beritahu pada Anda, semakin lama kita menyelami apa yang dimiliki pulau ini, semakin dekat kita pada kesadaran bahwa kita baru saja memulai. Siklus pertama liputan kami masih berjalan pada dimensi memperkenalkan garis besar kesumateraan. Kami berharap, pada siklus kedua, kita mulai memasuki babak studi. Dan pada siklus-siklus berikutnya, kita bisa sampai pada tingkat pemahaman, yang umumnya akan diikuti dengan penemuan (invention).
Ya, Sumatera memang perlu ditemukan kembali. Kita terlalu jauh melupakan apa yang membuat pulau ini dikenal secara baik dalam jalur perdagangan utama dunia di masa silam. Kita “pingsan” selama berabad-abad, dan kami sendiri baru menyadari betapa tuanya peradaban Sumatera setelah menyaksikan langsung berbagai kebudayaan purbakala yang bahkan lebih tua dari penemuan-penemuan di Jawa dan Eropa.
Anda akan bersama kami, menulusuri tempat-tempat dan waktu demi waktu, menyelami jiwa-jiwa kolektif, belajar kearifan tradisional bersama, mengenal flora dan fauna, berbicara dengan orang-orang yang memendam mimpi dan punya proyek, dan akhirnya mencoba mengenal diri kita sendiri. Itulah Inside Sumatera yang akan Anda baca di masa mendatang. Terimakasih telah membuat kami ada.